YC1WAE (now YB1KAR) on Top Band

Top Band (16/02/2001), Sabtu Feb 17, 2001 12:24 am

Oleh OM Jo, YC0LOW

http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com

Apa kaitan antara semangat ASEAN dengan dx-ing pada top band? Sebelum membahasnya, ingin disampaikan bahwa dini hari ini saya kontak SSB dengan D68C di 3799 KHz , negara DXCC 80M PHO yang ke-116 bagi saya. Sinyalnya sempurna RS 59. Operatornya kebetulan kawan lama: Mike, G3SED, top bander senior dari Inggris. Saya sampaikan bahwa hingga hari kedelapan operasinya di Comoro, saya belum mendengar sinyal D68C pada 160m. Menurutnya, dia terus mencari saya di sana tetapi kondisi propagasi sangat buruk (dari data yang saya peroleh dari Ray, G3NOM, operator pilot station untuk Asia/Oceania, terbukti bahwa hingga kemarin, jumlah top band QSO dengan stasiun di Oceania hanya dua buah). Kami bersepakat untuk terus mencoba waktu sun rise di Cinere. Percakapan itu terjadi pada 2013Z. Lalu, stasiun-stasiun lain: YC1WAE, YC3OX dan YC1GEG juga check-in dengan baik.

Nah, dengan harapan untuk berjumpa lagi dengan stasiun D68C di hari yang sama, saya lalu QSY ke 1820.5 KHz untuk memanggil DX. Pada 2100Z, JA1EOD masuk log saya. Kemudian, propagasi ke Eropa terbuka. Pukul 2117Z, QSO dengan LA3XI. Lalu, 2124Z terdengar SP7GIQ yang sibuk menjaring stasiun Jepang. Darah saya tersirap ketika mendengar 4F2KWT di 1822 KHz. Sinyalnya pernah saya dengar dalam kontes CQWW 160m CW 2006, tapi saat itu panggilan saya tak berjawab. Sejak 1977 inilah kesempatan yang kedua kalinya mendengar stasiun Filipina di 160m! Pada 2212Z kami saling bertukar laporan sinyal RST 579 dan bahkan sempat tukar nama! Usai kontak, stasiun Eropa kemudian mengeroyok Gil. Filipina adalah negara r-a-r-e DXCC ke-90 sekaligus negara ASEAN terakhir yang masuk log 160m saya.

Top band: Semangat ASEAN dan adrenalin yang naik-turun…

Noise Blanker pada Top Band (160m), Senin April 2, 2001 3:06 am

Oleh OM Jo, YC0LOW

http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com

Ada tambahan beberapa stasiun Indonesia yang berhasil memancar di 160m. Di antaranya adalah: YC1ZAB (operator YD1UVW) di Bandung, YC1ZFA (operator YD1BQO) di Sukabumi, YC1WAE di Bekasi, YC0UTC, YC0IEM, YC2VSE di Sleman, YB4VH di Pringsewu. Jenis antena transmisi mereka bermacam-macam, dari dipole, vertical loop full-sized, inverted-V dan lain-lain). Walau belum melakukan dx-ing, namun keberhasilan mereka memancar di sana tentulah merupakan hasil eksperimen yang keras. Semoga hal ini merangsang kawan-kawan lainnya.

Pada umumnya, kesulitan pertama yang dihadapi adalah tingginya noise level. Ini disebabkan karena di tahap awal, antena TX digunakan juga sebagai antena RX. Mungkin di tahap berikutnya dapat dibuat antena RX yang petunjuknya bisa di lihat di situs saya http://www.qsl.net/yc0low . Untuk mengurangi derau (noise) yang diakibatkan oleh ignition/sparks bisa juga digunakan fitur noise blanker (NB) pada transceiver.

Gulio, IK2DED, (saya sudah berQSO dengannya) menulis di Top Band Reflector tentang pengalamannya membandingkan efektifitas NB pada Icom IC-737, IC-738, IC-775 DSP dengan NB pada Drake R-4C yang intinya adalah sebagai berikut:

1. NB pada Icom utk menghalau noise dari dimmer, electronic trafo dan lain-lain adalah tidak efektif. Pada Drake R-4C berfungsi menurunkan hingga 4 S-units!

2. Rangkaian konversi NB pada Drake dibuat dengan NB gate. Icom hanya membuat rangkaian seri FET utk amplifier pada frekuensi IF yang sama.

3. Icom bekerja baik untuk sumber noise yang dekat dan high-rise time impulse. Drake R-C4 bekerja baik untuk medium rise time impluse

Semoga bermanfaat bagi mereka yang berminat membuat noise bertekuk lutut di top band (160m).

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s