YC1ZTC (Now YE1ZAT) on Top Band

Mengenang saat awal kiprah YE1ZAT – Bekasi DX Contest Club di Kontes Internasional

Re: YC1ZTC on Top Band, Selasa Januari 30, 2001 4:14 pm

http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com

At 19:55 30/01/2001 +0700, Heri, YD1WAE (sekarang YB1KAR) wrote:

Oom Jo, keikutsertaan YC1ZTC dalam kontes dunia baru dimulai tahun 2000 kemarin dengan ikut serta pada CQWW CW, Nopember 2001, dengan rekan2 operator YB1BOD, YC0KNK, YD1WAE dan YD1VBH dengan hasil hampir 400 buah QSO. Sedang pada CQWW 160 CW, YC1ZTC turun dengan bantuan dan dukungan rekan2 anggota lokal Bekasi lainnya, antara lain :

YB1JML – Penanggung Jawab Kegiatan,
YB1BOD – Contest Manager,
YC1KZX – Antena ,
YC0KNK – Main Equipment dan teknis,
YC0PWK – Support Equipment,
YD1GVH, YD1WAE – Administrasi / Internet Access dan
Sebagai operator :YB1BOD, YC1YCF, YC0KNK, YD1VBU, YD1VBH dan YD1WAE.

Sampai saat ini fokus pada mode CW, beberapa hal yang perlu perbaikan berdasarkan pengalaman kemarin adalah filtering, rx antena, llokasi station berdekatan dengan tegangan tinggi (perbandingan noise floor S9 di Bekasi dan S5 di YC0LOW),
power amplifier.

73′de Heri, YD1WAE

Yth OM Heri, Memang, banyak syarat –termasuk kemampuan penerimaan– yang penting dipenuhi pada top band. Itu sebabnya salah satu julukan bagi 1.8 MHz itu adalah: challenging band – band yang menantang. Mereka yang mengambil tantangan di sana belum tentu bisa keluar sebagai pemenang bila syarat-syarat penting tersebut tak terpecahkan. Kalau istilah ‘magic band’ bagi 50 MHz konotasinya pasti bisa karena toh tukang sulap (MAGICian) pasti bisa apa saja…

Mengenai noise floor, saya ingin sampaikan bahwa ada juga pengaruh internal dari perangkat kita berupa receiver noise. Bukan hanya karena pengaruh luar QRN atawa QRN.

Bila kita bekerja Top Band di kota atau kawasan pemukiman, maka genaplah kombinasi masalah yang niscaya membuat kita menghadapi kesulitan besar dalam penerimaan. Contoh: Icom IC-735 saya bekerja transceive di Top Band amat sangat baik ketika digunakan di hutan Ujung Kulon (YE1ZI, 1998 ) tapi dia tak berguna di Cinere – kecuali bila dilengkapi dengan DSP. Jadi, faktor lokasi juga turut menentukan.

Tips lainnya adalah gunakan antena RX. Kalau tak bisa mendirikan Beverage, maka jenis loop pun jadilah (saya menggunakan home-made Pennant yang mudah dibuatnya dan berfungsi baik). Kalau mengenai filter (mungkin maksudnya filter RX, ya) bisa belakangan. Sebab, berbeda dengan daratan Eropa, letak geografis Indonesia yang terisolasi mengakibatkan bandwith dan signal strength di top band dari negara tetangga tidak terlalu berlebihan
mengganggu.

Tips terakhir: hati-hati terjangkit virus top band. Virusnya membuat demam dan ketagihan. Belum ada satu pun orang yang keluar dari sana dalam kondisi sehat — apalagi jadi pemenang. Mungkin, itu sebabnya tak banyak yang mau mencobanya.

diposting oleh Jo, YC0LOW @ 06:48

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s